Waktu Hadir dan Sistem Gaji

Absen Sidik jariPengukuran produktifitas karyawan di satu perusahaan saat ini tidak bisa hanya berdasarkan hasil akhir yang diberikan oleh seorang karyawan. Apalagi saat ini semakin banyak teknologi yang membantu manusia dalam meningkatkan jumlah output dari suatu proses produksi. Oleh karena itu, pengukuran terhadap jam kerja haruslah dilakukan secara cermat agar perusahaan memperoleh jumlah output yang maksimal dari seorang karyawan. Efek lainnya tentunya akan meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya manusia.

Tentu saja pengukuran jam kerja secara maksimal tidak akan terlepas dari yang namanya pencatatan absensi masuk dan keluar dari karyawan. Sekitar 10 hingga 20 tahun yang lalu, pencatatan manual yang membutuhkan seorang karyawan sebagai pencatat telah ditinggalkan orang. Apalagi sistem manual sangatlah sarat akan penyelewengan oleh beberapa oknum karyawan, karena akan mudah sekali terjadi persekongkolan antara si pencatat dengan si karyawan, sehingga kompensasi gaji kepada tiap karyawan terkadang dianggap tidak fair satu sama lainnya.

Untuk mengatasi hal itu, saat itu mulailah perusahaan mengganti sistem pencatatan kehadiran karyawan dengan menggunakan mesin sejenis printer yang disebut mesin Amano. Di awal penggunaannya, mesin ini memang menunjukkan efektifitasnya dalam bisnis, namun sejalan dengan perubahan waktu, sistem absen amano ini juga mulai sedikit demi sedikit ditinggalkan orang. Hal ini dikarenakan para karyawan juga semakin pintar dengan munculnya komputer dan mesin printer. Dengan sedikit utak-atik di program aplikasi yang saat itu makin mudah didapatkan, maka sang karyawan akan mudah mencetak absensi palsu.

Lalu sekitar awal abad ke-21, mulailah babak baru bagi perusahaan-perusahaan pembuat mesin absensi dengan diadopsinya teknologi scanning sidik jari ke dalam sistem komputer yang mampu membedakan sidik jari seseorang dengan sidik jari orang lainnya. Dengan dikenalkannya mesin pemindai sidik jari dan selanjutnya dijadikan sebagai sistem absen sidik jari oleh berbagai perusahaan, maka perusahaan-perusahaan tersebut semakin efektif dalam menghitung jam kerja efektif dari tiap karyawannya. Dengan teknologi pemindaian sidik jari ini maka kecurangan-kecurangan bisa dikatakan adalah nol persen, sehingga efektifitas dan produktifitas yang diinginkan akan dapat dengan mudah diatur oleh manajemen perusahaan, dan terutama berhubungan pula dengan yang namanya efisiensi biaya dari penggunaan sumber daya manusia.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>